Jenis Cacing Untuk Umpan

ZonaMancing.com – Cacing, umpan yang satu ini merupakan umpan favorit para pemancing di sungai atau air tawar karena bisa digunakan sebagai umpan berbagai jenis ikan air tawar. Selain itu cacing mudah ditemui ditoko – toko penjual umpan, bahkan kalau kita sedang memancing di sungai atau di danau, cacing dapat kita temui dibalik tanah di sekitar kita. Namun cacing yang sering digunakan untuk umpan dan banyak tersedia di pasaran sedikitnya ada 5 jenis yaitu :
1. Cacing Kristal (lumbricus rabbelus)
Cacing ini biasa digunakan sebagai pakan ikan louhan, dan sering dijual dalam kantong plastik yang diberi media serbuk sagu dan tanah. Cacing kristal adalah kesukaan ikan-ikan bersisik seperti wader, tawes, lokas, jelawat, grass karp dan mujair. Ikan-ikan rawa juga senang dengan umpan ini diantaranya ikan sepat, betik, gurameh serta ikan oportunis yaitu ikan lele. Cacing ini dapat tumbuh sampai 10-15 cm dan berwarna merah-coklat gelap. Ukuran kail yang digunakan disesuaikan dengan ukuran cacing, biasanya sekitar nomor 3-8. Untuk mancing wader, mania biasanya memakai kail nomor 1-3, tentu dengan memilih cacing yang masih kecil.

jenis cacing umpan
2. Cacing Merah (lumbricus sp)
Melihat namanya. Maka cacing ini berwarna merah darah, gerakan lincah sehingga sulit untuk ditancapkan pada kail. Biasanya hidup disampah atau pelepah daun pisang, dapat mencapai ukuran 10 cm panjangnya. Cocok untuk memancing ikan-ikan kecil seperti wader, lokas, kepras, nilem, ndaringan, keting, dan mujair. Kail yang dipakai biasanya nomor 1-5.
3. Cacing Bayam (eisenia sp)
Cacing ini biasa hidup di sayuran yang membusuk sehingga sering disebut cacing bayam. Dapat tumbuh sampai 40 cm panjangnya dan warnanya merah pucat. Cacing ini disuka oleh ikan gabus, betutu, jambal, baung dan lele. Karena cacing ini termasuk besar maka mata kail yang digunakan juga agak besar biasanya berukuran 5-12. Kelemahan cacing ini mudah mati bila dipakai umpan, sehingga harus sering diganti supaya menarik perhatian ikan untuk memakannya karena masih bergerak-gerak.
4. Cacing Tanah (lumbricus terestris)
Cacing ini di daerah jawa disebut cacing uker, karena biasanya akan melengkung atau mlungker (bahasa jawa) bila dipegang. Cacing ini mempunya segmen-segmen yang jelas, warna hitam gelap sampai abu-abu, hidup ditanah membuat liang mempunyai diameter batang tubuh yang paling besar diantara cacing lainnya sehingga sangat cocok untuk umpan ikan-ikan besar seperti ikan jambal, baung, lele, betutu, patin, belida, lais, toman dan gabus. kail yang dipakai biasanya nomor 5-12.
5. Cacing Fosfor (lumbricus sp)
Cacing yang paling dicari bagi para mania air tawar karena hampir disuka oleh semua ikan. Ciri khas cacing ini adalah warna tubuhnya merah kecoklatan serta ada kilauan warna fosfor sehingga disebut cacing fosfor. Cacing ini termasuk lincah gerakannya sehingga sampai 1 jam di tancap kail dan direndam dalam air masih terlihat bergerak-gerak sehingga menarik ikan untuk memangsanya. Cacing jenis inilah yang sering dibudidayakan untuk digunakan sebagai bahan baku obat. Cacing ini dapat berukuran sampai 30 cm. Ukuran kail disesuaikan dengan besarnya cacing.

(http://alfaqirbinmiskin.blogspot.com/2009/10/ragam-cacing-untuk-umpan-mancing.html).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *